Bedah Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat, Koslata Adakan DISKO

Selasa pagi, 1 September yang energik di tahun 2020. Suasana kantor Koslata sudah tampak ramai. Sebelum jam 10.00 Wita dari kesepakatan waktu mulai DISKO, rekan berbagi pengetahuan dan sudut pandang sudah bersiap dan bersemangat berpartisipasi pada episode kedua DISKO (DIskusi KOslata). Pembahasan kali ini tentang community-based forest management atau pengelolaan sumber daya hutan berbasis masyarakat. Sulistiyono, direktur Koslata menjadi pengantar dan pemantik diskusi.

Direktur yang terkenal cermat dan detail ini memulai dengan menggali respon para partner diskusi dengan pertanyaan apa dan mengapa community-based forest management penting?

Beragam respon reflektif muncul; Sudah saatnya masyarakat juga menjadi subjek dalam pengelolaan tidak hanya sebagai objek. Respon lain juga bahwa masyarakat lingkar hutan seperti masyarakat adat misalnya memiliki pengetahuan tentang pengelolaan hutan yang memperhatikan keberlanjutan dan mempertimbangkan dampak kerusakan hutan melalui tradisi-tradisi dan awig-awig. Ada juga respon tentang CBFM ini adalah hasil perjuangan. Sebenarnya sistem pengelolaan sudah ada di masyarakat dan batas-batasnya sudah ada. Jika dilakukan Uji coba pengelolaan sumber daya hutan oleh masyarakat adat dan perusahaan, akan jauh lebih baik pengelolaan yang dilakukan oleh masyarakat adat ketimbang harus diserahkan ke perusahaan.

Sulistiyono menyampaikan Community based management bukan hanya jargon tapi ada semangat perlawaan masyarakat terhadap hegemoni pengelolaan hutan yang dikuasai kapitalis. Community based adalah sebuah upaya agar pembangunan bisa dirasakan dan diperuntukkan untuk rakyat tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang. Tentu proses mencapai Ini penuh perjuangan.

Ia menambahkan, dalam pengelolaan sumberdaya alam ada beberapa rezim yang dikenal yakni; Individual property regime, sumberdaya alam dikelola oleh perorangan. Private sector property regime, sumberdaya alam dikelola sector privat. State property regime, sumberdaya alam dikuasai oleh negara. Common property regime, sumberdaya alam dikelola oleh komunal.

Meskipun ada beragam rezime dalam pengelolaan sumberdaya alam. Namun, hutan sebenarnya tidak bisa dimiliki individu, karena hutan tidak hanya sekedar sebagai sumberdaya, dia memiliki sistem yang pengaruhnya sampai dunia dan global.

Ungkap pimpinan berambut gondrong yang sudah banyak mengadvokasi pentingnya pelibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya hutan.

Pembahasan diskusi kian mendalam hingga terkait strategi pengelolaan hutan yang berkembang dari masa kemasa. Berawal dari Timber Extractive yaitu penambangan kayu.Pengelolan dengan cara kayunya dijual oleh pemerintah, dan pemerintah mendapatkan profit dari pajak, harapannya dari pajak tersebut akan Kembali ke masyarakat. Ada Timber Management yaitu pengelolaan kayu. selanjutnya Forest Resources Management, pengelolaan lebih ke hutan kayu dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). terakhir Forest Ecosystem Management, pengelolaan hutan yang tidak sekedar pada sumberdaya hutan, tapi sebagai ekosistem. Sebagai pengatur tata air, penyerap karbon, dan sebagai penghasil oksigen. Artinya hutan tidak sekedar ansih berbicara tentang kayunya tapi juga memperhatikan dampak untuk ekosistem secara holistic.

Pada saat closing statement, Sulistiyono memberikan highlight bahwa kuncinya ada pada common property regime, dan forest ecosystem management. Sumber daya hutan dikelola oleh komunitas, untuk kemaslahatan dan menjaga keselarasan forest ecosystem. Ideal konseptualnya seperti ini, karena banyak hutan yang rusak. Sudah waktunya izinnya bukan hanya berupa HPH, HTI, pun kepentingan untuk penelitian tapi, harus diadakan untuk masyarakat. Untuk rakyat.

Kegiatan diskusi ditutup dengan kesepakatan tema episode DISKO selanjutnya adalah tentang regulasi-regulasi dalam pengelolaan sumberdaya hutan berbasis masyarakat.

Koslata

Perkumpulan yang bervisi untuk mewujudkan perubahan sosial yang demokratis dan berkeadilan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *