HKM Salut Minta Dampingan Benahi Organisasi, Koslata Hadir

Berawal dari telefon ketua HKM (Hutan Kemasyarakatan) Salut yang akrab disapa pak Karianom, meminta didampingi Koslata untuk perbaikan organisasi dan rencana kerja. Memetakan kelompok HKM mereka kedepan mau ngapain. Kelompok mereka sudah berusia 10 tahun sejak dikeluarkan surat izin dari kementerian.

Menurut mereka organisasinya jalan di tempat serta programnya tidak terlihat. Mati suri. Pada saat ini kepengurusannya sedang stagnan. Atas permintaan ketuanya, Koslata bersedia mendampingi. Perdampingan awal akan berupa perbaikan tatakelola organisasi dan penyusunan rencana kerja. Apa yang harus dilakukan sebagai organsasi HKM. Sehingga disepakatilah tanggal 30 Juli 2020 untuk melakukan pertemuan anggota di desa Salut, kecamatan Kayangan, Lombok utara.

Pada saat proses pertemuannya yang terpaksa molor dimulai karena rombongan Koslata mengalami musibah mobil mogok secara tiba-tiba tepat didepan Rumah Sakit Tanjung, pak Karianom tetap semangat dan antusias membuka kegiatan dengan mengucapkan terima kasih kepada Koslata yang mau jauh-jauh hadir mendampingi mereka “kami sangat bahagia Koslata bersedia hadir” ungkapnya. Selanjutnya dirinya meminta kepala desa untuk memberi sambutan dan pengarahan singkat. Dalam sambutannya kepala desa Salut menyampaikan “tentu banyak permasalahn yang menjadi keluhan anggota HKM Salut, semoga dalam diskusi ini nantinya bisa disampaikan sehingga bisa sama-saa menemukan solusi”.

Selanjutnya untuk proses kegiatan diskusi hingga akhir Pak Karianom menyerahkan sepenuhnya kepada pak Junaidi dan pak Rujito untuk menfasilitasi hingga selesai.

Pak Junaidi memulai dengan memperkenalkan secara singkat tim dan Koslata sebagai sebuah lembaga yang kosern pada pemberdayaan untuk mendorong kehidupan masyarakat lebih demokratis untuk memperoleh tatanan kehidupan lebih baik. Ia juga menambahkan hal tersebut yang melatarbelakangi Koslata banyak mendorong permasalahan terkait dengan masyarakat termasuk salah satunya kebencanaan yang memiliki keterkaitan dengan beragam aspek salah satunya tentang pengelolaan HKM ini yang berkontribusi untuk kelestarian lingkungan.

Tak luput juga pak Junaidi memaparkan alur diskusinya akan dikemas dalam dua sesi. Sesi pertama membahas tentang kelembagaan. Sesi kedua tentang rekomendasi kedepan. Setelah itu dirinya mempersilahkan pak Rujito yang akrab disapa pak de Totok untuk menfasilitasi sesi pertama.

Pak Totok, meminta semua anggota HKM yang hadir berdiskusi secara berkelompok mengenai; kelompok satu diminta mendiskusikan kondisi HKM saat ini serta usulan perbaikannya terkait 3 hal yang harus di kelola oleh kelompok tani HKM. Pertama, terkait dengan tata kelola lembaga. Kedua tata kelola kawasan. Ketiga, terkait tata kelola usaha. Kelompok dua mendiskusikan kendala dan tantanga HKM Salut selama ini serta rencana program kerja.

Peserta tampak kompak dan aktif berdiskusi. Mereka bersepakat setelah kegiatan ini akan melakukan pertemuan secara rutin. Ditengah keseruan diskusi, presentasi dan sharing, pak Karianom menyampaikan terima kasih kepada Koslata, “nanti kita akan pertemuan lagi dan kita akan tetap melakukan konsultasi dengan pihak Koslata. Beruntung sekali kita disambungkan dengan Koslata mudah-mudahan kita terus didampingi Koslata.” Sekaligus sebagai kode menuju akhir kegiatan karena waktu sudah menjelang sore. Kegiatan ditutup dengan ucapan alhmdallah dan komitmen melakukan pertemuan kembali.

Koslata

Perkumpulan yang bervisi untuk mewujudkan perubahan sosial yang demokratis dan berkeadilan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *