Ahmad Zahirudin, Influencer Pendorong Hak Perempuan Desa Jeringo

Penutur: Ahmad Zahirudin, Kadus Limbungan, Desa Jeringo, Lombok Barat

Saya mulai mengenal program Power Up ini sekitar bulan april 2019, waktu itu saya hanya melihat saja tanpa terlibat dalam kegiatan yang diadakan. Kemudian saya mulai terlibat langsung dalam program ini pada pelatihan tentang gender, dan kegiatan dialog masyarakat dengan influencer dan kaukus. Pelatihan ini menambah pemahaman saya tentang kesetaraan gender dan pentingnya melibatkan perempuan dalam pembangunan desa.

Sebelum masuknya program Power Up di desa saya, kondisi masyarakat disini sangat awam akan kesetaraan gender. Perempuan dilibatkan hanya untuk memenuhi syarat 30% keterlibatan perempuan. Masyarakat, khususnya laki-laki tidak menganggap penting dan patut seorang perempuan ikut terlibat dalam pembangunan desa. Bahkan perempuan-perempuan desa ini pun enggan terlibat dalam kegiatan desa. Walaupun pihak desa sudah mengundang perwakilan perempuan namun hanya segelintir saja yang hadir.

Perubahan mulai terjadi semenjak terlaksananya pelatihan-pelatihan dan pembentukan kelompok kaukus di desa ini. Para perempuan sudah mulai perhatian dan berani menyuarakan pendapatnya. Mereka pun mulai aktif ikut terlibat dalam kegiatan yang diadakan desa, seperti musyawarah dari tingkat dusun hingga desa.

Saya juga ikut mendukung, bahkan terlibat aktif mendorong dan menyuarakan aspirasi perempuan khususnya yang terpinggirkan, agar hak mereka dapat terealisasikan dan dapat diajukan dalam penganggaran desa. Saya juga mulai mendukung istri saya untuk bergabung dengan kelompok kaukus dan juga mengajak para laki-laki desa untuk mendukung istrinya berkontribusi membangun desa. Kelompok kaukus perempuan juga menjadi teman diskusi saya untuk membahas masalah-masalah yang dialami perempuan, anak dan kelompok rentan Desa Jeringo.

Para perempuan yang tergabung dalam kelompok kaukus ini juga sering mengadakan pertemuan dan diskusi. Mereka mulai membentuk kelompok usaha, sehingga kamipun, khususnya saya sebagai lelaki memandang baik dan positif. Melihat antusias mereka, saya yang awalnya hanya cuek saja, sekarang jadi ikut tergerak. Masyarakat khusunya kelompok lelaki pun mulai mengajak para istri mereka untuk ikut bergabung kelompok kaukus untuk meningkatkan kapasitas mereka sebagai perempuan dan mulai membangun roda perekonomian desa. Sudah tidak ada rasa iri lagi melihat para perempuan berani untuk menyuarakan hak mereka dan melakukan berbagai kegiatan positif sekarang hanya ada rasa bangga.

Koslata

Perkumpulan yang bervisi untuk mewujudkan perubahan sosial yang demokratis dan berkeadilan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *