Usulan Ini Efektif Tingkatkan Kesehatan Warga

Penutur: Bidan Desa Dopang

Saya bertugas di Desa Dopang ini sejak Februari 2018. Beberapa bulan pasca terjadinya bencana gempa bumi, pelayanan kesehatan di Poskesdes ini belum terlalu maksimal, karena masih diperbaiki. Banyak sarana dan fasilitas yang menunjang pelayanan kesehatan yang ikut rusak dan tidak layak dipakai. Waktu itu juga saya baru saja melahirkan, jadinya saya belum menetap total di sini. Setelah bangunan Poskesdes ini direhab, saya sampaikan ke pemerintah desa agar perlengkapan dan alat yang rusak segera dilengkapi agar pelayanan kembali normal.

Pertama kali saya terlibat di kegiatan Power Up ini ketika kaukus perempuan dibentuk pada Juni 2019 yang lalu. Kegiatan yang dijalankan oleh pemerintah desa juga masih bersifat rutinitas dan sibuk membangun sarana dan prasarana fisik yang rusak karena terdampak gempa. Setelah kaukus ini terbentuk, saya melihat mulai ada geliat aktivitas perempuan di desa ini, seperti mengadakan pertemuan lewat senam rutin setiap Minggu pagi di kantor desa.

Keberadaan Program Power Up telah mengubah banyak hal. Program-program yang berkaitan dengan bidang kesehatan yang diusulkan oleh Kaukus Perempuan pada saat lokakarya penyusunan aspirasi dulu itu banyak yang baru karena penggalian gagasannya dilakukan dengan cara diskusi kelompok sesuai dengan apa yang dibutuhkan perempuan di dusun mereka. Kalau sebelumnya hanya terbatas pada pengadaan sarana dan prasarana saja dan sasaran peserta posyandu hanya balita dan ibu hamil. Kebutuhan akan pentingnya program kesehatan sesuai kebutuhan prioritas itu semakin menguat saat kaukus mengadakan pertemuan Dialog Kesehatan dengan pemerintah desa.

Usulan-usulan kaukus yang terkait kesehatan sanitasi lingkungan dengan mengadakan bak pembuangan sampah, penyediaan sarana air bersih tentu akan sangat mendukung peningkatan taraf kesehatan warga, bukan hanya bagi perempuan saja, tetapi juga akan berdampak pada sasaran kesehatan terhadap warga penerima manfaat program. Usulan program itu kemudian tersampaikan saat Musdes RKPDes tahun 2020 ini.

Akan tetapi, di antara banyaknya perubahan usulan program itu, menurut saya program Posyandu Keluarga dengan sasaran lansia, remaja, anak dan ibu di setiap dusun merupakan suatu program yang sangat baru dan pertama kali yang pernah dijalankan di Desa Dopang dan ditingkatkan anggarannya di APBDes 2020 ini. Saya pun mulai mengenal istilah Posyandu Keluarga ini dari usulan anggota kaukus. Posyandu Keluarga di setiap dusun menurut saya bisa jadi akan lebih efektif dan efisien dalam meningkatkan taraf kesehatan warga. Pelayanan kesehatan juga jadi lebih didekatkan kepada kelompok sasaran yang ada di setiap dusun.

Perubahan positif lainnya yang saya lihat juga sejak adanya program Power Up ini, pemahaman kaukus yang jadi kader posyandu telah mengalami perubahan. Pengetahuan mereka lebih meningkat setelah terpapar pelatihan 26 tanda bahaya kehamilan dan persalinan (Daya Kelin). Ibu-ibu hamil yang memeriksakan diri dengan datang ke Posyandu juga lebih banyak dibandingkan dari tahun sebelumnya. Program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu-ibu hamil yang ada sekarang ini sangat mendukung partisipasi kehadiran dan kesadaran warga yang didorong melalui pemahaman pesan suara 26 Daya Kelin lebih peduli terhadap masalah kesehatannya.

Koslata

Perkumpulan yang bervisi untuk mewujudkan perubahan sosial yang demokratis dan berkeadilan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *