View this post on Instagram

[HARI PEREMPUAN ADAT SEDUNIA] Selamat Hari Internasional Perempuan Adat Sedunia 2020 #kamutau gak sih sejarah dibalik perayaan hari perempuan adat sedunia yang dirayakan setiap tanggal 5 September tiap tahunnya? Kalau belum tau sini mimin kasih tau yes 👇 Bartolina Sisa, Perempuan Adat pejuang dari komunitas adat Q’ara Qhatu, Bolivia. Dia mengorganisir dan memimpin perlawanan negaranya menentang penjajahan Spanyol. Setelah 190 hari pengepungan, pada tanggal 5 September di 1782, Spanyol menangkap Sisa dan dihukum gantung di Alun-alun La Paz. Tubuhnya dipotong-potong dan diedarkan ke setiap desa untuk mengintimidasi perlawanan masyarakat adat saat itu. Hari terpahit yang terus melekat sepanjang sejarah perjuangan masyarakat adat. Tanggal kematian Bartolina Sisa diperingati setiap tahun sebagai perayaan Hari International Perempuan Adat Sedunia. Penghormatan yang diberikan kepada para pejuang perempuan adat yang menentang penaklukan dan penjajahan pada Masyarakat Adat dan perampasan sumber-sumber hidup di wilayah adatnya serta diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan adat yang masih terus berlangsung sampai saat ini. Hari yang menjadi pengingat bagi Perempuan Adat diberbagai negara untuk terus menggelorakan semangat memperjuangkan Kesetaraan dan Keadilan bagi perempuan adat, menentang penghancuran ruang hidup dan tindakan-tindakan yang memutus pewarisan sumber-sumber hidup dan nilai-nilai kehidupan pada generasi berikutnya, memperkuat solidaritas dan jaringan antar perempuan adat diberbagai belahan dunia! ——————————————- #indigenouspeople #indigenouswomen #perempuanadat #hariperempuanadatdunia #internationalindigenouswomensday

A post shared by Koslata (@perkumpulan_koslata) on